Monday, August 26, 2013

"{Perangkat Jaringan}"

"Perangkat Jaringan"Tugas produktif
Pengertian dari:1.Hub
                       2.Switch
                       3.Router
                       4.Nic


1.. HUB
 Hub adalah Alat penghubung antar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut.

  2.Switch

 

 Switch adalah Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layar data link (layar 2) dan terkadang di Network Layar (layar 3) berdasarkan referensi OSI Layar Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LAN.
 3. Router



 Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
4. NIC( NETWORK INTERFACE CARD )

NIC adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya; sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.

1.Apa yang terjadi jika Nic rusak?
2.Apa fungsi dari SWITCH?
3.Apa kegunaan dari ROUTER?
Jawab:


1.Ketika komputer atau perangkat jaringan kita seperti hub dan switch kita  tidak bisa terkoneksi  ke jaringan maka langkah awal yang mesti dilakukan adalah mengecek kondisi sambungan fisik antara komputer dengan jaringan. Langkah pertama yang paling mudah untuk mendeteksi status sambungan atau koneksi secara fisik adalah dengan mengecek status NIC komputer dan juga port dari hub atau switch yang terkenoksi ke komputer kita.

Cara mudah untuk cek status sambungan kabel pada komputer dan switch atau hub adalah dengan melihat dan menganalisa nyala lampu LED pada network adapter atau NIC dan port.  

Pada lampu LED dari network adapter terdapat tiga lampu, masing-masing menandakan status link atau koneksi, status aktivitas lalu-lintas data dan status collosion atau tabrakan data.

Tidak semua network adapter memiliki tiga lampu LED, pada NIC komputer hanya terdiri atas dua yaitu yang menandakan status link dan aktivitas lalu-lintas data yang melalui network adapter.

Berikut adalah penjelasan tentang arti dari kombinasi warna lampu LED pada network adapter terkait dengan troubleshoot jaringan.

1.    Ketiga lampu status LED mati ( Link, Aktivitas, Collosion ).


Jika pada network adapter tidak ada satupun lampu LED yang nyala maka berarti network adapter atau NIC sama sekali tidak terkoneksi ke jaringan. Biasanya penyebanya adalah sebagai berikut:

a.    NIC rusak
b.    Kabelnya bermasalah
c.    Tidak ada perangkat yang terkoneksi pada ujung kabel satunya
d.    Port hub atau switch yang terhubung dengan komputer tersebut rusak

2.    LED link = Merah atau Orange , LED aktivitas = OFF, LED Collosion = OFF


Kondisi ini memberikan gambaran bahwa network card interface menerima sinyal melalui koneksi jaringan namun sinyal tersebut tidak normal( normalnya adalah warna hijau pada LED Link). Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor.

a.    Transceiver pada NIC dari komputer tersebut atau perangkat yang terkenoksi dengannya mengalami kerusakan.
b.     Jenis kabel yang dipakai tidak sesuai.   
c.     Koneksi yang terjadi tidak sesuai dengan standar dari networking.
d.     Pada beberapa switch, lampu orange menandakan koneksi yang lambat dengan bandwidth sekitar 10 Mbps. Untuk koneksi dengan bandwidth 100 Mbps lampu LED mungkin akan  menunjukkan warna hijau

3.    LED link = Hijau (Tidak kedap-kedip) , LED aktivitas = OFF, LED Collosion = OFF


Warna hijau pada status link mengindikasikan bahwa koneksi yang ada sudah benar dan sudah sesuai dengan aturannya, tetapi tidak ada aktivitas data yang lewat.


4.    LED link = Hijau (tidak kedap-kedip) , LED aktivitas = ON (kedap-kedip), LED Collosion = OFF


Kondisi ini adalah kondisi normal, semuanya berjalan sesuai dengan yang diinginkan, link tidak ada masalah aktivitas lalu-lintas berjalan dan tidak ada tabrakan atau collosion. Hal ini berlaku untuk komputer maupun untuk hub dan switch. Hanya pada komputer terlihat LED collosion.


5.    LED link = Hijau (tidak kedap-kedip) , LED aktivitas = ON (kedap-kedip), LED Collosion = ON (sesekali kedap-kedip).


Kondisi ini adalah kondisi normal, semuanya berjalan sesuai dengan yang diinginkan, link tidak ada masalah aktivitas lalu-lintas berjalan dan hanya sesekali ada tabrakan. Pada port switch di mana sudah dilengkapi dengan fitur full duplex, tidak ada tabrakan atau collosion.


6.     LED link = Hijau (tidak kedap-kedip) , LED aktivitas = ON (kedap-kedip), LED Collosion = ON ( kedap-kedip).


Kondisi ini adalah kondisi normal namun terjadi banyak sekali tabrakan data saat proses transmisi . Pada port switch di mana sudah dilengkapi dengan fitur full duplex, tidak ada tabrakan atau collosion.

Kemungkinan penyebab termasuk:
a.    Ada NIC dalam jaringan yang rusak. NIC yang rusak tersebut terus menerus mengirimkan sinyal tanpa terlebih dahulu mendeteksi kondisi network untuk memastikan boleh tidaknya untuk mengirim. Kondisi ini dikenal sebagai  chattering atau jabbering.
b.    Terlalu banyak perangkat yang terkoneksi pada jaringan, jumlah perangkat yang banyak meningkatkan resiko terjadinya collosion. Solusinya adalah mengganti hub dengan switch,   atau router untuk membagi jaringan menjadi segment yang terpisah sehingga akan mengurangi jumlah tabrakan.

2.Switch adalah perangkat telekomunikasi yang menerima pesan dari perangkat yang terhubung dengannya dan kemudian mengirimkan pesan hanya untuk perangkat yang pesan dimaksud atau sebagai sentral/konsentrator pada sebuah network. Hal ini membuat switch adalah perangkat yang lebih cerdas daripada hub (yang menerima pesan dan kemudian mengirimkan ke semua perangkat lain pada jaringan.) karena dapat mengecek frame yang error dan langsung membloknya.


3.Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya, dengan adanya router maka sebuah protocol dapat di-sharing kepada perangkat jaringan lain,Contoh aplikasinya adalah jika kita ingin membagi IP Adress kepada anggota jaringan maka kita dapat menggunakan router ini

No comments: